[25 Juni 2025], Perkembangan teknologi pertanian modern semakin pesat, salah satunya dengan pemanfaatan pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicles (UAV) dalam perlindungan tanaman. Penggunaan UAV memungkinkan penyemprotan pestisida secara lebih presisi, mengurangi biaya tenaga kerja, serta dapat menjangkau lahan yang sulit diakses. Di negara-negara Asia Timur, penggunaan UAV untuk penyemprotan tanaman meningkat sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tantangan yang dihadapi adalah adanya risiko drift pestisida akibat aliran udara dari baling-baling UAV serta pengaruh faktor lingkungan seperti arah dan kecepatan angin. Drift ini berpotensi mengurangi efektivitas penyemprotan sekaligus menimbulkan dampak lingkungan. Oleh karena itu, pemilihan strategi yang tepat, termasuk penggunaan adjuvan, menjadi kunci untuk meningkatkan akurasi penyemprotan dan menjaga keberlanjutan praktik pertanian.
Untuk menilai efektivitas aplikasi pestisida menggunakan UAV, uji lapangan dilakukan pada sawah padi dengan berbagai perlakuan penyemprotan. Alat koleksi deposisi (Collector Deposition Sampler/CDS) dipasang pada jarak tertentu dari jalur semprot untuk mengukur distribusi dan jumlah pestisida yang sampai ke tanaman maupun yang terbawa angin. Penyemprotan dilakukan baik dengan maupun tanpa adjuvan, menggunakan beberapa jenis bahan tambahan termasuk lesitin kedelai. Variasi kondisi angin turut diperhitungkan untuk melihat pengaruhnya terhadap arah serta jarak drift. Selain itu, residu pestisida pada hasil panen juga dianalisis untuk memastikan keamanannya terhadap standar batas maksimum residu (MRLs).
Hasil uji menunjukkan bahwa adjuvan memiliki peran penting dalam meningkatkan deposisi pestisida di area target serta secara signifikan menurunkan tingkat drift. Penggunaan adjuvan berbasis lesitin kedelai mampu menurunkan drift hingga 68 persen dibandingkan dengan penyemprotan tanpa adjuvan. Selain itu, pola deposisi lebih konsisten meskipun dalam kondisi kecepatan angin tinggi. Analisis residu pada beras cokelat hasil panen menunjukkan bahwa kandungan pestisida masih berada di bawah ambang batas MRLs, sehingga aman untuk dikonsumsi. Hal ini menguatkan bahwa penggunaan adjuvan tidak hanya meningkatkan efisiensi penyemprotan, tetapi juga menjaga keamanan pangan dan mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Jika dibandingkan dengan praktik penyemprotan tradisional, kombinasi UAV dan adjuvan mampu menghadirkan pendekatan yang lebih presisi serta mendukung pertanian berkelanjutan.
Penerapan UAV dalam penyemprotan pestisida di sawah padi terbukti memberikan manfaat besar dalam hal efisiensi dan ketepatan aplikasi. Tantangan berupa drift pestisida dapat diminimalkan dengan pemilihan adjuvan yang sesuai, sehingga penyemprotan menjadi lebih efektif, hasil panen tetap aman dikonsumsi, dan risiko pencemaran lingkungan dapat ditekan. Integrasi teknologi UAV dengan adjuvan berpotensi menjadi salah satu solusi penting dalam mendukung pertanian modern yang ramah lingkungan sekaligus menjaga produktivitas.
Referensi
Eun, H. R., Kim, S. H., Lee, Y. H., Kim, S. M., Lee, Y. J., Jung, H. Y., Min, Y. G., Noh, H. H., & Shin, Y. (2024). Comparison of off-target pesticide drift in paddy fields from unmanned aerial vehicle spraying using cellulose deposition sampler. Ecotoxicology and Environmental Safety, 285(September), 117075. https://doi.org/10.1016/j.ecoenv.2024.117075.