[16 Juli 2025], Padi merupakan salah satu sumber pangan utama dunia, dengan lebih dari separuh populasi global mengandalkannya sebagai makanan pokok. Upaya peningkatan produktivitas padi terus menjadi fokus penting, baik melalui pemuliaan varietas unggul maupun penerapan teknologi pertanian modern. Dalam proses pemuliaan dan evaluasi hasil, salah satu tahap krusial adalah perontokan (threshing), yaitu pemisahan bulir padi dari malainya. Proses ini menentukan keakuratan penghitungan sifat-sifat hasil panen, seperti jumlah gabah berisi, gabah hampa, bobot 1.000 butir, dan ukuran bulir, yang semuanya menjadi indikator penting keberhasilan budidaya. Selama ini, perontokan padi untuk keperluan evaluasi hasil masih banyak dilakukan secara manual atau dengan mesin sederhana. Metode konvensional tersebut memakan waktu, rentan menghasilkan kerusakan bulir, dan sulit mencapai tingkat ketelitian yang dibutuhkan dalam penelitian pemuliaan tanaman. Keterbatasan ini menjadi hambatan besar bagi pengembangan pertanian presisi, di mana keputusan budidaya harus didukung data yang akurat dan cepat.
Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Huazhong University of Science and Technology, Tiongkok, memperkenalkan mesin perontok padi otomatis dengan sistem umpan penuh (whole-feeding) yang dirancang khusus untuk mengolah sampel satu per satu tanaman. Mesin ini dilengkapi unit pemisah bertingkat (hierarchical multi-roller) yang memungkinkan perontokan gabah berisi dan gabah hampa secara terpisah. Desain ini penting untuk memperoleh data presisi tinggi karena kekuatan ikatan antara gabah berisi dan malai berbeda dengan gabah hampa. Keunikan lain dari mesin ini adalah penggunaan saringan berbentuk sisik ikan (fish scale sieve plate) yang membantu memisahkan bulir padi dari jerami dengan lebih efisien. Mekanisme getaran dan kipas sentrifugal bekerja bersama untuk memastikan tidak ada sisa jerami yang tertinggal, sehingga hasil perontokan benar-benar bersih. Seluruh proses dikendalikan oleh Programmable Logic Controller (PLC), memungkinkan mesin bekerja secara otomatis mulai dari pemasukan sampel, perontokan, penyaringan, hingga pemisahan akhir bulir dan jerami. Uji kinerja mesin menunjukkan tingkat ketelitian tinggi dengan kehilangan bulir yang sangat rendah dan tingkat kerusakan gabah di bawah lima persen. Mesin ini mampu menyelesaikan proses perontokan satu tanaman hanya dalam waktu sekitar 20 detik. Hasil ini memberikan jaminan kecepatan dan keakuratan yang jauh melampaui metode manual, sehingga sangat mendukung kegiatan evaluasi sifat hasil padi yang membutuhkan data cepat dan presisi.
Manfaat teknologi ini sangat relevan bagi pengembangan pertanian presisi. Dengan perontokan yang akurat dan otomatis, proses pengumpulan data hasil panen dapat dilakukan lebih efisien, memungkinkan pemulia tanaman dan petani menilai potensi produksi varietas padi secara real-time. Data seperti jumlah gabah berisi dan bobot gabah menjadi dasar pengambilan keputusan, baik dalam seleksi varietas unggul maupun dalam perencanaan budidaya skala luas. Efisiensi yang dihasilkan juga mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, menekan biaya operasional, dan mempercepat proses pengembangan varietas baru. Selain mendukung penelitian pemuliaan, mesin ini juga membuka peluang penerapan di lapangan untuk skala komersial, misalnya dalam pengujian kualitas panen di pusat-pusat pengolahan gabah. Dengan tingkat presisi dan kecepatan yang dimilikinya, petani dan pelaku industri dapat memperoleh data kualitas hasil panen dengan segera, membantu pengambilan keputusan mengenai penyimpanan, distribusi, dan harga jual.
Teknologi perontok padi otomatis ini menunjukkan bagaimana inovasi mekanisasi mampu memperkuat sistem pertanian modern. Integrasi antara desain mekanik yang presisi dan kontrol otomatis berbasis PLC menghadirkan proses perontokan yang tidak hanya efisien tetapi juga ramah lingkungan, karena meminimalkan limbah dan kerusakan hasil. Ke depan, teknologi seperti ini dapat dioptimalkan lebih lanjut dengan menambahkan sensor cerdas atau kecerdasan buatan untuk menyesuaikan tekanan dan kecepatan perontokan sesuai varietas padi yang berbeda. Kemajuan dalam mekanisasi perontokan menjadi bagian penting dari transformasi pertanian menuju produktivitas tinggi berbasis data. Dengan dukungan teknologi ini, proses evaluasi hasil padi dapat dilakukan lebih cepat, lebih akurat, dan lebih hemat sumber daya, mendekatkan kita pada cita-cita pertanian presisi yang mampu memenuhi kebutuhan pangan dunia secara berkelanjutan.
Referensi
Huang, C., Duan, L., Liu, Q., & Yang, W. (2013). Development of a whole-feeding and automatic rice thresher for single plant. Mathematical and Computer Modelling, 58(3–4), 684–690. https://doi.org/10.1016/j.mcm.2011.10.033.