[07 Agustus 2025], Dalam era pertanian presisi, keberlanjutan rantai pasok pangan menjadi isu yang semakin krusial. Rantai pasok pertanian—yang mencakup proses dari produksi, pengolahan, distribusi hingga konsumsi—tidak hanya menentukan ketersediaan pangan, tetapi juga menyangkut aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Produk-produk seperti teh, yang memiliki peran penting baik secara budaya maupun ekonomi di berbagai negara, menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, dan volatilitas pasar. Kondisi ini menuntut strategi yang tepat agar rantai pasok tetap tangguh dan berkelanjutan. Sebuah penelitian terbaru mengusulkan pendekatan baru berbasis teori spherical fuzzy decision support untuk menilai dan menentukan strategi paling berkelanjutan dalam rantai pasok agro-pangan, dengan fokus khusus pada industri teh di Türkiye. Model ini menekankan pentingnya mempertimbangkan berbagai aspek seperti lingkungan, sosial, finansial, hingga teknis secara komprehensif dalam proses pengambilan keputusan.
Penelitian tersebut menyoroti bahwa investasi rendah dalam riset dan pengembangan (R&D) masih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan rantai pasok teh yang berkelanjutan. Sebaliknya, adopsi teknologi digital muncul sebagai strategi paling efektif. Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan sistem digitalisasi terbukti mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, memperbaiki manajemen risiko, sekaligus memperkuat transparansi dan keterlacakan produk dalam rantai pasok. Selain itu, penelitian ini juga menekankan bahwa aspek lingkungan merupakan prioritas utama dalam strategi keberlanjutan rantai pasok teh. Faktor seperti jejak karbon, konsumsi air, dan dampak polusi menjadi tolok ukur penting yang tidak boleh diabaikan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu keberlanjutan, sehingga perusahaan teh dituntut untuk menerapkan praktik yang ramah lingkungan agar tetap kompetitif di pasar global. Dari sisi sosial, penguatan kapasitas tenaga kerja, peningkatan kemitraan antara produsen dan pemasok, serta kepatuhan terhadap tanggung jawab sosial perusahaan dipandang penting untuk menjaga keseimbangan antara keuntungan bisnis dan kesejahteraan masyarakat lokal. Sementara itu, aspek teknis, seperti pemanfaatan otomasi, digitalisasi, dan inovasi, dinilai dapat memperkokoh efisiensi operasional dan mengurangi kerentanan rantai pasok terhadap gangguan.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dengan menghadirkan kerangka kerja pengambilan keputusan yang lebih andal dalam kondisi penuh ketidakpastian, sesuatu yang sering ditemui dalam sektor pertanian. Dengan mengintegrasikan pendekatan spherical fuzzy ke dalam metode pengambilan keputusan multi-kriteria, penelitian ini berhasil memetakan strategi yang realistis dan aplikatif untuk meningkatkan keberlanjutan industri teh. Temuan utamanya menunjukkan bahwa strategi adopsi teknologi digital menempati peringkat tertinggi dalam meningkatkan keberlanjutan, disusul oleh penguatan regulasi dan dukungan lingkungan. Sebaliknya, strategi kemitraan pembeli-pemasok dinilai kurang efektif jika tidak diimbangi dengan teknologi dan dukungan regulasi yang kuat. Hasil ini menegaskan bahwa inovasi teknologi dan kerangka kebijakan yang tepat menjadi pilar utama dalam membangun rantai pasok teh yang tangguh.
Relevansi penelitian ini melampaui konteks teh di Türkiye. Dalam kerangka pertanian presisi, pendekatan serupa dapat diterapkan pada berbagai komoditas agro-pangan lainnya. Penerapan model ini memungkinkan para pemangku kepentingan mulai dari petani, industri, hingga pembuat kebijakan untuk mengidentifikasi strategi berkelanjutan yang paling sesuai dengan kondisi spesifik daerah dan komoditas masing-masing. Penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya sekadar jargon, melainkan kebutuhan nyata untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Dengan mengedepankan inovasi teknologi dan kerangka kerja pengambilan keputusan yang adaptif, sektor pertanian dapat melangkah menuju sistem pangan yang lebih efisien, adil, dan tahan terhadap tantangan global. Studi tentang rantai pasok teh ini memberikan gambaran jelas bahwa kunci keberlanjutan terletak pada integrasi teknologi digital, dukungan regulasi yang memadai, dan komitmen semua pihak dalam menjaga keseimbangan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Dengan strategi yang tepat, pertanian presisi tidak hanya mampu menjawab tantangan saat ini, tetapi juga membangun fondasi pertanian masa depan yang berkelanjutan dan inklusif.
Referensi
Yildirim, B., Ayyildiz, E., & Aydin, N. (2025). Spherical fuzzy decision support approach to evaluate the sustainable strategies in agri-food supply chains: A case study in tea supply chain. Sustainable Futures, 9(May), 100710. https://doi.org/10.1016/j.sftr.2025.100710.