[01 Juli 2025], Lele merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia karena mudah dibudidayakan, pertumbuhannya cepat, dan kandungan gizinya baik. Namun, sistem budidaya tradisional sering menghadapi kendala seperti keterbatasan lahan, fluktuasi kualitas air, dan pemberian pakan yang tidak efisien. Kondisi tersebut tidak hanya menurunkan produktivitas, tetapi juga meningkatkan risiko kematian ikan akibat kualitas air yang buruk atau pemberian pakan yang berlebihan. Seiring berkembangnya teknologi, pendekatan berbasis Internet of Things (IoT) menjadi solusi modern yang mampu meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan budidaya. Dengan memanfaatkan sensor dan sistem otomatisasi, pemantauan kolam dapat dilakukan secara real-time, sehingga pengelolaan air dan pakan menjadi lebih efektif.
Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan beberapa perangkat utama, yaitu sensor pH untuk mengukur tingkat keasaman air, sensor ultrasonik untuk mendeteksi ketinggian air, RTC untuk penjadwalan otomatis, serta motor servo sebagai penggerak alat pemberi pakan. Semua data dikirim ke platform ThingsBoard melalui koneksi WiFi agar dapat dipantau dari jarak jauh menggunakan laptop maupun smartphone. Tahapan perancangan dimulai dari analisis kebutuhan, pembuatan desain blok sistem, penyusunan skematik, perakitan perangkat keras, pemrograman melalui Arduino IDE, hingga implementasi dan pengujian lapangan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil sensor dengan alat manual serta mengamati kestabilan sistem dalam operasional budidaya.
Hasil pengembangan menunjukkan bahwa perangkat keras dapat bekerja sesuai fungsi. Sensor ultrasonik mampu membaca ketinggian air dalam bentuk persentase dengan rentang akurat 0–100%. Data ditampilkan secara lokal melalui LCD dan dikirim ke ThingsBoard sehingga dapat dipantau secara real-time. Pengujian menunjukkan bahwa sistem berjalan stabil dan responsif. Perbedaan kecil pada pembacaan sensor dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kebutuhan kalibrasi berkala. Dibandingkan dengan metode tradisional, sistem berbasis IoT ini mampu mengurangi ketidakteraturan dalam pemberian pakan serta meminimalkan risiko kematian ikan akibat perubahan kualitas air yang tidak terdeteksi. Integrasi cloud dashboard juga memberikan nilai tambah berupa fleksibilitas monitoring dari jarak jauh. Hasil ini selaras dengan tren modernisasi perikanan yang mengutamakan efisiensi, keberlanjutan, dan pemanfaatan teknologi digital dalam budidaya.
Penerapan sistem berbasis IoT pada budidaya lele terbukti meningkatkan efisiensi dalam manajemen kolam. Kombinasi ESP32, sensor pH, sensor ultrasonik, RTC, motor servo, dan ThingsBoard mampu menyediakan monitoring kualitas air secara real-time dan pemberian pakan otomatis sesuai jadwal. Dengan sistem ini, peternak tidak lagi bergantung sepenuhnya pada metode manual sehingga waktu, tenaga, dan biaya operasional dapat ditekan. Penggunaan teknologi digital seperti ini dapat menjadi langkah strategis menuju budidaya lele yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Referensi
Saputra, M. I., Triyono, A., & Sari, W. E. (2025). Implementasi Internet Of Things Pada Budidaya Ikan Lele. Kohesi : Jurnal Multidisiplin Saintek, 10(1).