[04 Juni 2025], Kekeringan yang berkepanjangan semakin sering terjadi akibat perubahan iklim dan langsung memengaruhi kondisi waduk sebagai sumber utama pasokan air. Penurunan debit air dan peningkatan penguapan menyebabkan konsentrasi zat terlarut meningkat, sehingga kualitas air semakin rentan menurun. Tantangan ini tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih, tetapi juga pada keberlanjutan fungsi waduk sebagai penopang kebutuhan masyarakat. Untuk memahami dinamika yang kompleks ini, diperlukan pendekatan yang mampu melihat detail fisik pergerakan air sekaligus menganalisis pola data dalam jangka panjang. Kombinasi pemodelan hidrodinamika dan pembelajaran mesin menjadi kunci penting untuk menjawab tantangan tersebut.
Pemodelan hidrodinamika tiga dimensi digunakan untuk mensimulasikan bagaimana air bergerak, bercampur, dan mendistribusikan zat terlarut di waduk. Model ini memungkinkan analisis spasial dan temporal terhadap perubahan kualitas air saat debit masuk menurun. Di sisi lain, pembelajaran mesin dimanfaatkan untuk mengolah data historis iklim, aliran, serta parameter kualitas air, sehingga mampu mengenali pola yang sulit ditangkap oleh analisis konvensional. Integrasi keduanya dilakukan dengan cara menguji silang hasil pemodelan fisik dengan prediksi algoritma pembelajaran mesin, sehingga diperoleh gambaran yang lebih komprehensif dan akurat.
Kombinasi kedua pendekatan ini menunjukkan bahwa kekeringan mempercepat akumulasi zat terlarut di waduk akibat berkurangnya debit aliran dan meningkatnya evaporasi. Pemodelan hidrodinamika memperlihatkan detail spasial distribusi kualitas air, sementara pembelajaran mesin mengidentifikasi periode kritis ketika kualitas air menurun secara signifikan. Dengan menyatukan hasil dari keduanya, diperoleh pemahaman yang lebih tajam tentang hubungan antara kondisi iklim, dinamika air, dan kualitas air waduk. Pendekatan ini membuktikan bahwa integrasi model fisik dan kecerdasan buatan mampu memberikan solusi yang lebih andal dibandingkan penggunaan salah satunya secara terpisah.
Kualitas air waduk sangat dipengaruhi oleh kekeringan yang menurunkan debit air dan meningkatkan konsentrasi zat terlarut. Dengan memadukan pemodelan hidrodinamika yang kuat dalam menjelaskan dinamika fisik dan pembelajaran mesin yang unggul dalam mendeteksi pola data, diperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai tantangan tersebut. Sinergi keduanya menjadi fondasi penting dalam pengelolaan waduk, sekaligus membuka peluang penerapan teknologi cerdas untuk menjaga ketahanan pasokan air bersih di masa depan.
Referensi
van der Nagel, C., Clements, E., Wilkerson, C., Hannoun, D., & Tietjen, T. (2025). Impact of drought on de facto reuse and water quality in Lake Mead: Insights from hydrodynamic modeling versus machine learning. Environmental Modelling and Software, 193(July), 106649. https://doi.org/10.1016/j.envsoft.2025.106649.